A. Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan satu bagian dari dharma pengabdian kepada masyarakat. Dharma pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari tiga tanggung jawab Perguruan Tinggi yang dikenal dengan ”Tri Dharma Perguruan Tinggi”, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui pendidikan dan pengajaran diperoleh pemahaman melalui konsep-konsep, teori-teori yang relevan dengan bidang studinya, melalui penelitian akan ditemukan pengembangan konsep-konsep dan teori-teori sebagai bagian dari kontribusi terhadap ilmu pengetahuan, dan hasil dari pengembangan teori tersebut kemudian diaplikasikan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat yang merupakan inti dari pengabdian masyarakat.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Participatory Action Research (PAR) secara terminologi ada tiga variabel kunci. Pertama, bahwa KKN PAR diawali dengan penelitian tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dipahami sedemikian mendalam, mendetail sehingga akan memperjelas posisi permasalahan tersebut. Kedua, setelah diketahui permasalahannya kemudian berlanjut pada pencarian alternatif jalan keluar, dan selanjutnya diterjemahkan ke dalam bentuk item-item program (action). Ketiga, baik dalam riset maupun melaksanakan program (action) dilaksanakan secara partisipatif, yakni melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk merumuskan permasalahannya dan kemudian merencanakan jalan keluar persoalan-persoalan yang dihadapi.
Oleh karena itu IAIN Sunan Ampel Surabaya yang dipelopori oleh pihak Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) melaksanakan KKN PAR sebagai salah satu metode KKN yang berorientasi pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengikut sertakan mereka untuk ikut berpartisipasi untuk mencapai perubahan yang di cita-citakan.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Participatory Action Research (PAR) dibawah naungan Badan Pelaksana (BP) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Tarbiyah dan koordinasi Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) IAIN Sunan Ampel Surabaya, kami melaksanakan KKN PAR di Desa Pateguhan Kecamatan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan terhitung 15 Juli 2009 hingga 14 Agustus 2009.
C. Sistematika Laporan
Sistematika laporan dalam laporan pertanggung jawaban kami disini adalah, yaitu sesuai dengan petunjuk buku panduan atau modul pelatihan KKN PAR IAIN Sunan ampel Surabaya. Adapun sistematika yang kami maksud adalah sebagai berikut;
BAB I Pendahuluan
A. Pengantar
B. Sistematika Laporan
C. Gambaran Umum Wilayah
BAB II Proses Penerapan Teknik-Teknik PAR
A. Penentuan Masalah Utama
B. Pembuatan Pohon Masalah
C. Pembuatan Matrix Ranking
D. Pembuatan Skala Prioritas
E. Kompilasi Data
(Hasil Pohon Masalah, Matrix Ranking, dan Skala Prioritas)
F. Penyususunan Skala Aksi
G. Implementasi Program
H. Ekspose Data ke Masayarakat
I. Penulisan laporan
BAB III Temuan Hasil Lapangan
BAB IV Analisis Hasil Temuan
BAB V Kesimpulan
BAB VI Penutup
D. Gambaran Umum Wilayah
Data monografi Desa Pateguhan yang kami dapatkan data yang terdapat pada tahun 2007.
Desa : Pateguhan
Kecamatan : Gondang Wetan
Kabupaten : Pasuruan
Propinsi : Jawa Timur
1. Keterangan Umum
a. Luas Desa : 117,62 HA
b. Ketinggian tanah dari permukaan laut : 60 M
c. Suhu udara rata-rata : 28° C
d. Jarak dari Pusat Pemerintah Desa
- Jarak dari pusat Pemerintah Kecamatan : 5 KM
- Jarak dari Ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II : 15KM
- Jarak dari Ibu Kota Propinsi DATI I : 65 KM
Wilayah Desa Pateguhan kecamatan Gondang Wetan kabupaten Pasuruan terbagi dari empat dusun yaitu Dusun Sa’ar, Dusun Sarirejo dan Dusun Pateguhan Barat, terdapat beberapa RW/RT sebagaimana berikut;
1. Dusun Sa’ar terdiri dari RW I meliputi 2 RT.
2. Dusun Sarirejo terdiri dari RW I dan RW II mencakup 4 RT
3. Dusun Pateguhan Barat dari RW IV dan RW V mencakup 4 RT
2. Batas Wilayah
1. Sebelah Utara : Kecamatan Rejoso
2. Sebelah Timur : Desa Sadeng Rejo
3. Sebelah Selatan : Desa Kalirejo
4. Sebelah Barat : Desa Grogol
3. Jumlah Perangkat Desa
Kepala urusan : 5
Kepala dusun : 1
Jumlah BPD : 5
Jumlah LPM : 3
Jumlah RW : 5
Jumlah RT : 10
Perangkat Desa Pateguhan kecamatan Gondang Wetan kabupaten Pasuruan, periode 2007 - 2012, sebagai berikut :
Kepala Desa : Nur Syamsi
Sekertaris Desa : H. M.Khidir
Kepala Urusan Umum/Pembangunan : Saifudin
Kepala Urusan Pemerintah : Shokheh
Kepala Urusan Pengair : Abd Majid
Kepala Urusan Kesejahteraan rakyat : Ust Khayi
Kepala Urusan Pengairan : Fadholi
Kepala Dusun : Lukman Hakim
Jajaran BPD Desa Pateguhan
1. Ketua : A. Khotib
2. Wakil Ketua : Ahmadi
3. Sekertaris : Misbakhul Munir
4. Anggota : M. Imron
5. Anggota : Abdul Karim
Jajaran perangkat LPM Desa Pateguhan
1. Ketuta : Misnali
2. Wakil Ketua : M.toyib
3. Sekertaris : Abdurrohman
Ketua RW 1 : Abdul Yusuf
Ketua RT 1RW 1 : Abdurrohman
Ketua RT 2RW 1 : Sutopo
Ketua RW 2 : Khusairi
Ketua RT 1RW 2 : Sumaryo
Ketua RT 2 RW 2 : Toyib
Ketua RW 3 : Abdul Ma’ad
Ketua RT 1RW 3 : Misnali
Ketua RT 2RW 3 : Abu Amar
Ketua RW 4 : M.Shodiq
Ketua RT 1RW 4 : Gatot Teguh Aji
Ketua RT 2 RW 4 : Fadholi
Ketua RW 5 : Sugiono
Ketua RT 1W 5 : Agus Sugiarto
Ketua RT 2 RW 5 : Anshori
4. Pembinaan RW / RT
a. Jumlah RW : 5
b. Jumlah RT : 10
c. Jumlah pengurus RW dan RT : 15
5. Jumlah Penduduk
a. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin
1. Laki-Laki : 1.040 jiwa
2. Perempuan : 1.052 jiwa
b. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
a) Lulusan Pendidikan Umum
1. Taman Kanak-Kanak : 237 orang
2. Sekolah Dasar : 392 orang
3. SMP / SLTP : 180 orang
4. SMA / SLTA : 38 orang
5. Sarjana (S 1 – S3) : 4 orang
b) Lulusan Pendidikan Khusus
1. Pondok pesantren : 27 orang
2. Madrasah : 158 orang
3. Pendidikan keagamaan : -
c. Jumlah Penduduk menurut mata pencaharian
1. Pegawai Negeri Sipil : 27 orang
2. Swasta : 158 orang
3. Wiraswasta : -
4. Tani : 280 orang
5. Pertukangan : 89 orang
6. Buruh Tani : 462 orang
7. Pensiunan : 4 orang
6. Jumlah Pelayanan Masyarakat
a. Posyandu : 3 buah
b. Pelayanan kependudukan : -
c. POSKESDES : 1 buah
7. Keamanan Desa
a. Pembinaan Hansip
Jumlah anggota
- Laki-laki : 21 orang
- Perempuan : -
b. Ketentraman dan Ketertiban
- Jumlah penyuluhan : -
- Jumlah pos kamling : 6 buah
8. Pembangunan
1. Agama
a. Jumlah masjid : 2 buah
b. Jumlah mushola : 21 buah
2. Pendidikan Umum
NO JENIS PENDIDIKAN NEGERI SWASTA
Gedung Guru Murid Gedung Guru Murid
1. Kelompok bermain 2 12 40 - - -
2. TK 1 17 75 - - -
3. Sekolah Dasar 1 18 130 - - -
4. SMP - - - - - -
5. SMA - - - - - -
6. Akademi - - - - - -
7. Universitas/Sekolah Tinggi - - - - - -
Jumlah 4 47 245
3. Pendidikan Agama
NO JENIS PENDIDIKAN GEDUNG GURU MURID
1. Madrasah Diniyah 2 21 120
2. Madrasah Ibtidaiyah 2 17 86
3. Pondok Pesantren - - -
Jumlah 4 38 206
9. Sarana Olah Raga
1. Lapangan sepak bola : 1 buah
2. Lapangan tenis meja : 1 buah
3. Lapangan volly : 1 buah
4. Lapangan bulu tangkis : 1 buah
10. Pertanian
1. Padi : 45,62 HA
2. Jagung : 3 HA
3. Salak : 12 HA
11. Peternakan
1. Itik : 70 ekor
2. Kambing : 10 ekor
3. Sapi : 21 ekor
4. Kerbau : 16 ekor
5. Kuda : -
12. Kelembagaan Desa
1. Jumlah pengurus LPM : 4 orang
2. Jumlah Kader Pembangunan Desa (KPD) : 10 orang
3. Jumlah Tim Penggerak PKK : 11 orang
4. Jumlah Kader PKK : 11 orang
5. Jumlah Anggota PKK : 86
13. Kegiatan Kemasyarakatan
1. Keagamaan
a. Majlis Ta’lim : 10 kelompok
b. Remaja Masjid (REMAS) : 2 kelompok
c. Remaja Mushola (REMUS) : 21 kelompok
2. Kesehatan
a. Posyandu : 3 buah
b. POSKESDES : 1 buah
3. Olah raga
a. Sepak bola : 2 kesebelasan
b. Volley ball : 1 perkumpulan
c. Bulu tangkis : 1 perkumpulan
d. Tenis meja : 1 perkumpulan
e. Pencak silat : 1 perkumpulan
4. Kesenian/Kebudayaan
a. Qasidah : 1 perkumpulan
b. ISHARI : 2 perkumpulan
c. Banjari : 2 perkumpulan
5. Organisasi Sosial
a. Karang Taruna : 150 anggota
b. Kelompok PKK : 86 anggota
14. Pemetaan Wilayah Secara Global
Secara garis besar wilayah desa Pateguhan terdiri dari beberapa bagian. Diantaranya; Pertama adalah pemukiman penduduk, dimana didalamnya termasuk tempat-tempat ibadah (masjid, mushalla, TPA, TPQ), lembaga pendidikan (formal, non-formal), pertokoan yang dibangun berdampingan dengan rumah penduduk atau semacam tokoh sederhana, dan rumah-rumah pemukiman penduduk setempat. Kedua, meliputi Perekonomian Penduduk, seperti persawahan, perkebunan dan lain-lain. Ketiga, wilayah pemakaman penduduk, adapun pemakaman ini dibagi menjadi empat tempat, diantaranya Pemakaman yang terletak di dusun Sarirejo, pemakaman yang terletak di wilayah Sa’ar dan Pateguhan Barat.
15. Mata Pencarian atau Perekonomian
Secara umum mayoritas mata pencaharian masyarakat di desa Pateguhan adalah buruh tani, begitu juga ibu-ibu rumah tangga. Mereka memilih mengerjakan pekerjaan tani di rumah masing-masing, karena kurangnya minat pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dimasyarakat Pateguhan sehingga masyarakat yang ada didesa Pateguhan rata-rata petani.
Meskipun hasil yang mereka terima tidak terlalu besar. Desa Pateguhan memiliki aset yang patut untuk dikembangkan, yakni keberadaan tanah yang luas dan subur. Tanah yang subur ini rata-rata di dusun Sa’ar, Sarirejo, dan Pateguhan Barat yang cocok dipakai untuk lahan pertanian.
Sedangkan mata pencaharian lainnya dengan cara berdagang di luar desa, pekerja meubel, buruh atau karyawan pabrik juga menjadi buruh di daerah perkotaan (Pasuruan). Ada juga beberapa warga Pateguhan yang menjadi buruh diluar pulau (Kalimantan dan Sumatera) dengan cara berkebun kopi bahkan menjadi karyawan.
16. Pendidikan
Dalam bidang pendidikan daerah Pateguhan mempunyai berbagai macam lembaga pendidikan, baik dalam bidang formal atau juga non-formal. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut beserta lokasinya:
a) Formal, Meliputi ; kelompok bermain, TK, SDN desa Pateguhan
b) Non-formal, Meliputi ; TPQ di daerah Pateguhan Barat (Sabilil Huda), TPQ didaerah Sarirejo (Islamiyah), dan juga terdapat MADIN (Madrasah Diniyah) di Pateguhan.
Jadi dapat disimpulkan, bahwa daerah Pateguhan tentang masalah lembaga pendidikan sudah memadai, meskipun tidak sepenuhnya.
17. Kondisi Keagamaan
Masyarakat desa Pateguhan memiliki kegiatan-kegiatan keagamaan yang padat. Baik kegiatan yang bersifat antar RT ataupun antar RW serta lingkup kegiatan desa. kegiatan yang dilakukan adalah setiap seminggu sekali, dua minggu sekali dan sebulan sekali. Berikut adalah jadwal beberapa kegiatan keagamaan masyarakat desa Pateguhan.
JADWAL KEGIATAN KEAGAMAAN PATEGUHAN
NO ACARA L /P LOKASI HARI KETERANGAN
1. Shalat jama’ah L Masjid / Musholla Setiap hari Sholat lima waktu
2. Manaqiban L Setiap musholla Kamis
Ba’da Isya Sebulan 1 kali dilakukan dalam satu musholla
3. Diba’ L/P Pateguhan Selasa / Rabu Seminggu sekali
4. Khatmil Qur’an L MADIN Pateguhan Barat dan Sarirejo MINGGU
Sampai selesai Sebulan
Sekali
5. Arisan RW dan RT L Desa Pateguhan Sabtu 2 kali 1 bulan
6. Yasinan L Pateguhan Barat Senin dan kamis
Ba’da isya’ Rutin
7. Tahlilan L/P Sarirejo Malam jumat 1 kali seminggu
8. Diba’ P Sa’ar Kamis/Jum’at Seminggu sekali
9. Tahlilan dan diba’ L. Desa Pateguhan Minggu malam senin seminggu 1 kali, dan yang menjadi tempat acara adalah rumah penduduk secara bergantian
10. Yasinan PKK P Desa Pateguhan Ba’da Jum’at Kader PKK
Minggu, 06 September 2009
BAB II PROSES PENERAPAN TEKNIK - TEKNIK PAR
A. Transektoral Desa dan Field Note
Adapun pengertian dari pada field note yakni pelaporan temuan-temuan masalah atau kejadian-kejadian yang ditemukan di lapangan. Dalam hal ini kami membentuk field note dalam bentuk narasi.
B. Pembuatan Mapping (Pemetaan)
Pemetaan desa adalah menggambar kondisi (fisik dan sosial) wilayah, yang meliputi (desa, dusun, RT, RW atau wilayah yang lebih luas). Hal ini kami lakukan dengan masyarakat.
Tujuan teknik ini adalah digunakan untuk memfasilitasi masyarakat dalam mengungkapkan keadaan wilayah desa tersebut beserta lingkungan. Hasilnya adalah peta atau sketsa keadaan sumber daya umum desa sesuai kesepakatan dan tujuannya, misalnya peta keteraturan wilayah, peta kesejahteraan sosial masyarakat dan sebagainya.
Dalam pembuatan mapping, kami melaksanakan pada tanggal 22 Juli 2009. Sebelum pertemuan di Balai Desa kami telah memiliki data mapping yang dibuat oleh beberapa warga. Jadi pada pertemuan di Balai Desa, kami tinggal mengkroscek kebenaran akan gambar peta desa yang telah dibuat sebelumnya kepada masyarakat.
C. Profil Desa dan Budaya
Profil budaya adalah penjelasan tentang hasil cipta, karsa masyarakat atau budaya-budaya yang ada di desa dan yang menjadi kebiasaan dan kegiatan sehari-hari selama ini di desa.
D. Time Line (Penelusuran Sejarah)
Time line adalah teknik penelusuran alur sejarah suatu dengan menggali penting yang pernah dialami pada alur waktu tertentu. Hal ini dilakukan untuk menggali perubahan-perubahan yang terjadi, masalah-masalah dan cara menyelesaikannya dalam masyarakat secara kronologis. Selain itu juga memberikan informasi awal yang bias digunakan untuk memperdalam teknik-teknik lain.
Time lime juga dapat menimbulkan kebanggaan masyarakat dimasa lalu, dan menghargai masyarakat sehingga hubungan lebih akrab. Hal ini dapat digunakan juga untuk menganalisa hubungan sebab akibat antara berbagai kejadian dalam sejarah kehidupan masyarakat.
E. Trend and Change (Bagan Perubahan dan Kecenderungan)
Bagan perubahan dan kecenderungan merupakan teknik partisipatory rural appraisal (PRA) yang memfasilitasi masyarakat dalam mengenali perubahan dan kecenderungan berbagai keadaan, kejadian serta kegiatan masyarakat dari waktu ke waktu. Tujuan melakukan analisa trend and change adalah untuk mengetahui kejadian masa lalu dalam rangka memprediksi kejadian pada masa yang akan datang, serta mengetahui hubungan sebab akibat dan mengetahui factor yang paling mempengaruhi suatu fenomena. Selain itu kita juga dapat memperkirakan arah kecenderungan umum dalam jangka panjang serta mampu mengantisipasi kecenderungan tersebut.
F. Season Calender (Kalender Musim)
Kalender musim dipergunakan untuk mengetahui kegiatan utama, topik dan kesempatan dalam siklus tahunan di desa Pateguhan yang dituangkan dalam bentuk diagram, selain itu kita dapat mengetahui pola kehidupan masyarakat pada siklus musim tertentu, serta mengidentifikasi siklus waktu sibuk dan wakrtu luang masyarakat, mengetahui masalah yang dihadapi masyarakat pada musim-musim tertentu dan mengetahui siklus peluan dan potensi yang ada pada musim-musim tertentu.
G. Pembuatan Diagram Venn
Diagram venn merupakan teknik yang bermanfaat untuk melihat hubungan masyarakat dengan berbagai lemabaga yang terdapat di desa Pateguhan.
Diagram venn memfasilitasi diskusi masyarakat untuk mengidentifikasi pihak-pihak apa berada di desa Pateguhan, serta menganalisa dan mengkaji perannya, kepentingannya untuk masyarakat dan manfaat untuk masyarakat. Lembaga yang dikaji meliputi lembaga-lembaga lokal, lembaga-lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga swasta.
Diagram venn di desa Pateguhan ini sangat umum atau topikal, mengenai lembaga-lembaga tertentu saja, misalnya kegiatannya berhubungan dengan agama, tokoh masyarakat, perekonomian, pemuda dan kesehatan.
Berbeda dengan teknik PAR lainnya, diagram venn ini ditulis (langsung) oleh masyarakat di Balai Desa Pateguhan pada tanggal 22 Juli 2009. Mereka sangat tanggap akan posisi orang-orang yang berpengaruh didesa mereka, sehingga mereka masukkan dalam diagram venn.
H. Pembuatan Diagram Alur
Diagram alur menggambarkan arus dan hubungan di antara semua pihak dan komoditas yang terlibat dalam suatu sistem. Diagram ini dapat digunakan untuk menganalisa alur penyebaran keyakinan dan tata nilai keagamaan dalam masyarakat.
I. Penentuan Masalah Utama (Identifikasi Masalah)
Penentuan masalah utama dilakukan bersama masyarakat sebelum pelaksanaan semua teknik PAR. Dari hasil musyawarah dengan masyarakat pada 22 Juli 2009 di balai desa Pateguhan dan di peroleh kesimpulan bahwa masalah utama yang harus ditangani adalah masalah pendidikan, kepemudaan, dan keagamaan. Ketiga masalah tersebut disesuaikan dengan data yang diperoleh dari proses penggalian data yang di dalamnya adalah field note (pada transektoral).
J. Pembuatan Pohon Masalah
Pembuatan pohon masalah difokuskan pada tiga pokok permasalahan yaitu pendidikan, kepemudaan dan keagamaan. Adapun pembuatannya dilaksanakan pada hari rabu, 22 Juli 2009 pukul 19.00 WIB – 22.00 di balai desa Pateguhan. Untuk kemudian kami tempel ditembok dan menanyakan kepada masyarakat akan indentifikasi masalah kami atas desa mereka.
Setelah kebenaran akan identifikasi masalah telah kami dapat, maka kami bersama masyarakat membuat pohon masalah dan pohon harapan. Masyarakat yang menyebutkan masalah-masalah dan solusi-solusinya dan kami yang menuliskan hasilnya pada kertas di depan, masyarakat tidak dapat menulis sendiri, namun mereka sangat berpartisipasi aktif pada pembuatan pohon masalah dan pohon harapan ini.
K. Pembuatan Matrik Ranking
Matrik ranking dibuat untuk memudahkan proses penentuan skala prioritas serta untuk mengetahui mana yang lebih penting dan mana yang tidak. Adapun pembuataannya dilaksanakan pada hari yang sama. Penenetuan masalah utama dan pembuatan pohon masalah dilaksanakan, sebelum akhirnya menentukan 3 ranking utama yang kemudian akan dijalankan dalam sebuah program kerja oleh masarakat desa Pateguhan. Hasil dari matrik ranking ini diketahui pada table ranking untuk mengetahui masalah-masalah apa yang perlu didahulukan untuk diselesaikan.
L. Pembuatan Skala Prioritas/Matrik Skoring
Pembuatan skala prioritas atau pembuatan matrik skoring kami laksanakan sebelum pembuatan matrik ranking, sebab hasil dari pembuatan skala prioritas ini diketahui masalah mana yang memperoleh skor tertinggi yang akan mendapat ranking pertama dan menjadi prioritas utama untuk segera dilaksanakan. Pembuatan skala prioritas di tentukan bersama masyarakat dengan melihat hasil dari pembuatan matrik ranking. Dimana masalah yang menjadi prioritas utama untuk diselesaikan adalah masalah yang mendapat ranking pertama dengan pertimbangan yang juga diambil dari hasil pembuatan matrik scoring. Dengan demikian masalah yang memiliki scor paling banyak mendapatkan ranking 1 dan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan. Dan ranking ke 5 adalah masalah yang tidak penting untuk diselesaikan.
Untuk diketahui bahwa dalam penentuan masalah utama ini kita membatasi angka sekor dari 1 sampai 5 dengan rincian terendah adalah angka 1 dan tertinggi angka 5, dalam menentukan masalah utama ini mempertimbangkan banyak hal, antaranya: sulit tidaknya untuk diselesaikan, membutuhkan biaya banyak atau tidak, waktu yang lama atau tidak, dan SDM yang banyak atau tidak, jika masalah itu butuh waktu lama, biaya banyak, sulit untuk diselesaikan dan seterusnya berarti mendapatkan poin terendah dan tidak menajadi skala prioritas. Demikian seterusnya.
M. Kompilasi Data
Kompilasi data adalah teknik yang digunakan untuk menyimpulkan atau menggabungkan data hasil dari pembuatan field note, mapping, profil desa dan budaya, time line, trend and change, season calendar, diagram venn, diagram alur, pohon masalah, matrik ranking dan skala prioritas. Kompilasi data ini berfungsi untuk mempermudah pemahaman apa yang selama ini telah kita lakukan dan peroleh.
N. Penyusunan Skala
Penyusunan skala aksi dilakukan langsuang bersama masyarakat dengan cara menentukan penanggung jawab dari masyarakat pada masing-masing program yang telah dibuat. Program-program itu di ambil dari pembuatan matrik ranking dan skala prioritas. Dengan demikian skala yang mendapat ranking 1,2, dan 3, dan menjadi skala prioritas sekaligus dibicarakan solusinya dan solusi itu yang pada akhirnya coba diwujudkan melalui program kerja atau aksi.
Penanggung jawab dari masyarakat yang telah disepakati di dampingi oleh tiga fasilitator yang bertanggung jawab penuh pada terialisasinya program-program yang telah disepakati sebelumnya.
O. Implementasi Program
Setelah semua proses pembentukan baik pembuatan metrik ranking, metrik scoring, pembuatan skala prioritas aksi selesai barulah semua program-program yang telah direncanakan diimplementasikan.
Implementasi dan program-program itu tentunya menjadi tanggung jawab (PJ) yang telah ditentukan, dan setiap dari PJ kita dan PJ dari masyarakat bertemu dan berkonsolidasi bersama demi terimplementasinya program yang menjadi tanggung jawab mereka.
P. Ekspose Data Ke Masyarakat
Ekspose data ke masyarakat merupakan laporan pertanggung jawaban dari masing-masing penangggung jawab (PJ) atas terlaksana tidaknya program yang mereka emban. Dengan demikian PJ yang telah ditentukan bertanggung jawab penuh dari awal proses hingga akhir proses. Dari ekspose inilah nantinya dapat diketahui agenda atau program apa saja yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama pada pertemuan yang telah dilaksanakan.
Selanjutnya, dalam mengekspose semua temuan-temuan yang kita peroleh dari hasil turun kelapangan. Ekspose itu termasuk juga hasil transek, ranking, matrik scoring, pohon masalah atau solusi serta semua proses PAR yang kita lakukan.
Dalam proses ini tidak lupa kita kembali menyerahkan tanggung jawab dari program yang telah kita coba dilaksanakan pada PJ dari Desa atau warga yang telah ditentukan dan tentunya pada Kepala Desa selaku penangggung jawab utama atas terlaksananya semua program-program yang telah dilakukan.
Q. Penulisan Laporan
Penulisan laporan adalah proses akhir dari semua proses participatory action research (PAR) yang kami jalani. Adapun penulisan hasil dari KKN yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat ini dibuat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ada dan untuk melengkapi laporan inu kami banyak menyertakan lampiran-lampiran sesuai dengan kebutuhan. Tentunya demi kesempurnaan laporan kami.
BAB III TEMUAN HASIL LAPANGAN
A. Transektoral Desa dan Field Note
Temuan hasil lapangan dalam hal ini yaitu gambaran umum informasi atau data yang diperoleh ketika melakukan proses transektoral desa. Selanjutnya hasil dari transektoral tersebut disebut dengan field note (dalam lampiran I).
B. Mapping
Adapun hasil mapping, sebagaimana terlampir dalam lampiran II.
C. Profil Budaya
Adapun profil budaya, sebagaimana terlampir dalam lampiran III.
D. Time Line
Adapun hasil time line, sebagaimana terlampir dalam lampiran IV.
E. Trend and Change
Adapun trend and change, sebagaimana terlampir dalam lampiran V.
F. Season Calender
Adapun hasil season calender, sebagaimana terlampir dalam lampiran VI.
G. Diagram Venn
Adapun hasil diagram venn, sebagaimana terlampir dalam lampiran VII.
H. Diagram Alur
Adapun hasil diagram alur, sebagaimana terlampir dalam lampiran VIII.
I. Identifikasi Masalah
Informasi yang ditemukan dari proses transektoral kemudian diolah menjadi data yang kami klasifikasikan masing-masing dalam sebuah identifikasi masalah. Dari indentifikasi masalah tersebut dapat diketahui beberapa masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat Pateguhan. Adapun hasil dari identifikasi tersebut, sebagaimana terlampir dalam lampiran IX.
J. Pohon Masalah dan Pohon Harapan
Adapun hasil pohon masalah, sebagaimana terlampir dalam lampiran X.
K. Matrik Ranking
Adapun hasil matrik ranking, sebagaimana terlampir dalam lampiran XI.
Temuan hasil lapangan dalam hal ini yaitu gambaran umum informasi atau data yang diperoleh ketika melakukan proses transektoral desa. Selanjutnya hasil dari transektoral tersebut disebut dengan field note (dalam lampiran I).
B. Mapping
Adapun hasil mapping, sebagaimana terlampir dalam lampiran II.
C. Profil Budaya
Adapun profil budaya, sebagaimana terlampir dalam lampiran III.
D. Time Line
Adapun hasil time line, sebagaimana terlampir dalam lampiran IV.
E. Trend and Change
Adapun trend and change, sebagaimana terlampir dalam lampiran V.
F. Season Calender
Adapun hasil season calender, sebagaimana terlampir dalam lampiran VI.
G. Diagram Venn
Adapun hasil diagram venn, sebagaimana terlampir dalam lampiran VII.
H. Diagram Alur
Adapun hasil diagram alur, sebagaimana terlampir dalam lampiran VIII.
I. Identifikasi Masalah
Informasi yang ditemukan dari proses transektoral kemudian diolah menjadi data yang kami klasifikasikan masing-masing dalam sebuah identifikasi masalah. Dari indentifikasi masalah tersebut dapat diketahui beberapa masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat Pateguhan. Adapun hasil dari identifikasi tersebut, sebagaimana terlampir dalam lampiran IX.
J. Pohon Masalah dan Pohon Harapan
Adapun hasil pohon masalah, sebagaimana terlampir dalam lampiran X.
K. Matrik Ranking
Adapun hasil matrik ranking, sebagaimana terlampir dalam lampiran XI.
BAB IV ANALISIS HASIL TEMUAN
A. Kompilasi Data
Menganalisa kembali hasil temuan data adalah satu hal yang tidak boleh dilewatkan dalam proses KKN. Sebab, hasil temuan yang telah terbentuk kompilasi data tersebut sebenarnya hanya merupakan kesimpulan sementara yang bisa jadi masih ada kekeliruan.
Analisa ini penting dilakukan juga untuk mengukur sejauh mana kemampuan fasilitator dapat menjembatani mimpi masyarakat yang coba diwujudkan dalam programp-program aksi yang telah disepakati bersama. Artinya analisa ini dilakukan untuk mengetahui mana masalah dan mana harapan yang coba dikemukakan setiap kali proses diskusi. Adapun hasil temuan kompilasi data dapat dilihat dalam lampiran XII.
B. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan dimaksudkan juga untuk mengontrol kerja kelompok selama proses KKN PAR. Sehingga program dari awal hingga akhir terekam dengan baik. Adapun hasil rencana kegiatan masyarakat desa Pateguhan dapat dilihat pada lampiran XIII.
C. Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan ini dibuat untuk memudahkan proses skala prioritas serta untuk mengetahui hasil dari rencana kegiatan diatas. Dalam rencana kegiatan ini dapat dilihat pada lampiran XIV.
Menganalisa kembali hasil temuan data adalah satu hal yang tidak boleh dilewatkan dalam proses KKN. Sebab, hasil temuan yang telah terbentuk kompilasi data tersebut sebenarnya hanya merupakan kesimpulan sementara yang bisa jadi masih ada kekeliruan.
Analisa ini penting dilakukan juga untuk mengukur sejauh mana kemampuan fasilitator dapat menjembatani mimpi masyarakat yang coba diwujudkan dalam programp-program aksi yang telah disepakati bersama. Artinya analisa ini dilakukan untuk mengetahui mana masalah dan mana harapan yang coba dikemukakan setiap kali proses diskusi. Adapun hasil temuan kompilasi data dapat dilihat dalam lampiran XII.
B. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan dimaksudkan juga untuk mengontrol kerja kelompok selama proses KKN PAR. Sehingga program dari awal hingga akhir terekam dengan baik. Adapun hasil rencana kegiatan masyarakat desa Pateguhan dapat dilihat pada lampiran XIII.
C. Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan ini dibuat untuk memudahkan proses skala prioritas serta untuk mengetahui hasil dari rencana kegiatan diatas. Dalam rencana kegiatan ini dapat dilihat pada lampiran XIV.
BAB V PENUTUP
A. Hasil Ekspose
Hasil ekspose kemudian menjadi starting point berhasil atau tidaknya program-program yang telah disepakati sebelumnya dengan masyarakat. Adapun hasil eskpose dapat dilihat dalam lampiran XIV.
B. Saran/Rekomendasi
B. Saran/Rekomendasi
Melihat hasil dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Pateguhan Kecamatan Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan dirasa perlu memberikan saran atau rekomendasi untuk menjadi acuan kedepan, diantaranya:
1. Keterbatasan waktu yang ada membuat para peserta KKN tidak bisa maksimal dalam menjalankan proses
2. Pihak penyelenggara Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) serta Badan Pelaksana (BP) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel harus bisa menyesuaikan pedoman proses KKN
3. Dalam memberikan pembekalan kepada peserta KKN harus disesuaikan dengan teori yang ada
4. Terbatasnya alokasi waktu pembekalan menjadikan peserta KKN tidak bisa maksimal dalam memahami proses atau teknik dalam menjalankan KKN
5. Dirasa perlu untuk mengalokasikan anggaran dana, agar peserta KKN bisa maksimal dalam menjalankan program
6. Menempatkan DPL yang sesuai kompetensi
7. BP KKN seharusnya mengalokasikan waktu untuk berkunjung atau meninjau peserta KKN
1. Keterbatasan waktu yang ada membuat para peserta KKN tidak bisa maksimal dalam menjalankan proses
2. Pihak penyelenggara Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) serta Badan Pelaksana (BP) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel harus bisa menyesuaikan pedoman proses KKN
3. Dalam memberikan pembekalan kepada peserta KKN harus disesuaikan dengan teori yang ada
4. Terbatasnya alokasi waktu pembekalan menjadikan peserta KKN tidak bisa maksimal dalam memahami proses atau teknik dalam menjalankan KKN
5. Dirasa perlu untuk mengalokasikan anggaran dana, agar peserta KKN bisa maksimal dalam menjalankan program
6. Menempatkan DPL yang sesuai kompetensi
7. BP KKN seharusnya mengalokasikan waktu untuk berkunjung atau meninjau peserta KKN
Langganan:
Postingan (Atom)